Japan ne!!! Japan in my eyes...
Siapa yang gak tahu Negara jepang, Negara dengan berbagai julukan. Dari sebutan matahari terbit sampai negeri sakura. Selain teknologi yang super canggih, jepang juga terkenal dengan budaya timur yang patut dibanggakan. Etos kerja yang tinggi dan disiplin waktu perlu di contoh bagi kita yang suka ngaret dan males.
Dunia perkartunan atau animasinya telah menginspirasi anak-anak di berbagai Negara, tak terkecuali Indonesia. Bukan hanya anak-anak, orang dewasapun yang bekerja dibidang yang sama menjadi lebih terpacu untuk membuat yang terbaik. Apalagi kartun yang masuk ke Indonesia tidak semuanya layak ditonton anak-anak. Memang kemasannya kartun anak-anak, tapi hati-hati karena essensinya tentang kehidupan orang dewasa, jadi perlu difilter. Jepang juga kreatif dengan karya manga-nya.
Omong-omong makanan Jepang, wuih…kalo dilihat dari gambar kayaknya serba enak deh. Tapi entahlah, karena belum semua masakan Jepang pernah kumakan. Tapi aku gak suka sushi, karena yang kutahu sushi itu dagingnya mentah. Waktu masih kuliah di Yogya, ku pernah makan masakan Jepang yang isinya potongan daging sapi bertaburkan wijen dan minum Japan Red Ice kalo gak salah. Mak nyusssss…… dah!
Terlepas dari budaya yang lain, satu hal yang gak kusuka dari Jepang, HARA-KIRI. Hara-kiri merupakan bunuh diri yang dilakukan untuk menyelamatkan kehormatan diri. Biasanya dilakukan oleh para pejuang Jepang atau samurai ketika menghadapi kekalahan berperang. Intinya, daripada malu kalah atau daripada dibunuh mending bunuh diri.
Music??? Ugh, I love it. Lagu-lagu Jepang keren-keren abis. Dari yang nge-beat sampe yang nge-slow asik-asiklah. Tapi lebih asik denger lagu Jepang yang neg-beat, bikin semangat gitu. Di Jepang, kaum remaja masih senang dengan musik yang berbau boy band. Contohnya: V6, Kinki Kids, Winds, Arashi, dll. Kalo pintar berpromosi, didukung dengan talent dan music yang bagu, music luar Jepang bisa bersaing dengan dalam negeri Jepang. BOA, penyanyi Korea yang juga pernah datang ke Indonesia, berjaya di Jepang.
Omong-omong tentang gaya dan pergaulan remaja Jepang, hem… gaul banget. Sepertinya tidak mau kalah dengan pergaulan remaja barat. Kalo Jepang terkenal dengan gaya harajuku. Masalah pergaulan mereka sudah terkontaminasi budaya barat, sama kayak Indonesia. Melalui komik atau manga yang aku baca, aku mengamati bahwa dalam menyatakan cinta, anak cewek lebih berani mengungkapkannya daripada cowok. Bagi cewek Jepang, mengungkapkan pernyataan cinta sangat penting, entah ditolak atau diterima, mereka merasa sangat lega karena sudah menyatakan. Kadang mereka tetap menyatakan cinta, walaupun mereka sudah tahu kemungkinan jawabannya. Daripada menyesal mending mencoba dulu gitu.
Masih banyak cerita tentang Jepang yang mungkin belum bisa ku tuangkan karena terlalu banyak dan juga karena ilmu yang belum mencukupi. Yang kutulis inipun hanya sekilas globalnya saja. Saat ini aku hanya bisa bermimpi untuk bisa ke Jepang. Ingin membuktikan materi-materi tentang Jepang yang bisa kulihat lewat buku dan film. Aku juga ingin menikmati indahnya alam di Jepang dan budayanya yang unik.
Yang jelas, sindrom Jepang sangat terasa di berbagai Negara, Indonesia salah satunya. Banyak festival-festival, acara-acara, yang bernuansa Jepang. Cosmo play, ikebana, jamuan teh misalnya. Kegiatan ini sering diadakan oleh pihak kedutaan Jepang dan institusi pendidikan. Pastinya, apa yang baik kita ambil dan apa yang buruk jadikan pelajaran.
READ MORE - Nippon
Siapa yang gak tahu Negara jepang, Negara dengan berbagai julukan. Dari sebutan matahari terbit sampai negeri sakura. Selain teknologi yang super canggih, jepang juga terkenal dengan budaya timur yang patut dibanggakan. Etos kerja yang tinggi dan disiplin waktu perlu di contoh bagi kita yang suka ngaret dan males.
Dunia perkartunan atau animasinya telah menginspirasi anak-anak di berbagai Negara, tak terkecuali Indonesia. Bukan hanya anak-anak, orang dewasapun yang bekerja dibidang yang sama menjadi lebih terpacu untuk membuat yang terbaik. Apalagi kartun yang masuk ke Indonesia tidak semuanya layak ditonton anak-anak. Memang kemasannya kartun anak-anak, tapi hati-hati karena essensinya tentang kehidupan orang dewasa, jadi perlu difilter. Jepang juga kreatif dengan karya manga-nya.
Omong-omong makanan Jepang, wuih…kalo dilihat dari gambar kayaknya serba enak deh. Tapi entahlah, karena belum semua masakan Jepang pernah kumakan. Tapi aku gak suka sushi, karena yang kutahu sushi itu dagingnya mentah. Waktu masih kuliah di Yogya, ku pernah makan masakan Jepang yang isinya potongan daging sapi bertaburkan wijen dan minum Japan Red Ice kalo gak salah. Mak nyusssss…… dah!
Terlepas dari budaya yang lain, satu hal yang gak kusuka dari Jepang, HARA-KIRI. Hara-kiri merupakan bunuh diri yang dilakukan untuk menyelamatkan kehormatan diri. Biasanya dilakukan oleh para pejuang Jepang atau samurai ketika menghadapi kekalahan berperang. Intinya, daripada malu kalah atau daripada dibunuh mending bunuh diri.
Music??? Ugh, I love it. Lagu-lagu Jepang keren-keren abis. Dari yang nge-beat sampe yang nge-slow asik-asiklah. Tapi lebih asik denger lagu Jepang yang neg-beat, bikin semangat gitu. Di Jepang, kaum remaja masih senang dengan musik yang berbau boy band. Contohnya: V6, Kinki Kids, Winds, Arashi, dll. Kalo pintar berpromosi, didukung dengan talent dan music yang bagu, music luar Jepang bisa bersaing dengan dalam negeri Jepang. BOA, penyanyi Korea yang juga pernah datang ke Indonesia, berjaya di Jepang.
Omong-omong tentang gaya dan pergaulan remaja Jepang, hem… gaul banget. Sepertinya tidak mau kalah dengan pergaulan remaja barat. Kalo Jepang terkenal dengan gaya harajuku. Masalah pergaulan mereka sudah terkontaminasi budaya barat, sama kayak Indonesia. Melalui komik atau manga yang aku baca, aku mengamati bahwa dalam menyatakan cinta, anak cewek lebih berani mengungkapkannya daripada cowok. Bagi cewek Jepang, mengungkapkan pernyataan cinta sangat penting, entah ditolak atau diterima, mereka merasa sangat lega karena sudah menyatakan. Kadang mereka tetap menyatakan cinta, walaupun mereka sudah tahu kemungkinan jawabannya. Daripada menyesal mending mencoba dulu gitu.
Masih banyak cerita tentang Jepang yang mungkin belum bisa ku tuangkan karena terlalu banyak dan juga karena ilmu yang belum mencukupi. Yang kutulis inipun hanya sekilas globalnya saja. Saat ini aku hanya bisa bermimpi untuk bisa ke Jepang. Ingin membuktikan materi-materi tentang Jepang yang bisa kulihat lewat buku dan film. Aku juga ingin menikmati indahnya alam di Jepang dan budayanya yang unik.
Yang jelas, sindrom Jepang sangat terasa di berbagai Negara, Indonesia salah satunya. Banyak festival-festival, acara-acara, yang bernuansa Jepang. Cosmo play, ikebana, jamuan teh misalnya. Kegiatan ini sering diadakan oleh pihak kedutaan Jepang dan institusi pendidikan. Pastinya, apa yang baik kita ambil dan apa yang buruk jadikan pelajaran.