Kebumen… Kalo mendengar nama kota ini apa yang terpikirkan??? Ngapak??? Bolehlah, soalnya bahasa umum disini emang ngapak. Tapi menurutku, ngapaknya orang Kebumen tuh beda dengan ngapak yang lain. Sense-nya masih lebih enak didengar. Kata orang,seumpamanya ada orang cantik atau tampan tapi ngapak, cantik atau tampannya tuh ilang separo. Asal yaw…! Kata orang juga, Kebumen tuh kota kecil yang ngangenin. Kalo ini aku setuja banget! Dengan semboyan Kebumen BERIMAN, Bersih Indah Manfaat Aman dan Nyaman, Kebumen berusaha menjadikan kotanya benar-benar sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun kota kecil tapi tetap tidak kalah dengan kota-kota besar. Kalo sekedar cari super market, warnet, tempat hot spot-an, tempat nongkrong yang asik, tempat makan yang enak, di Kebumen ada. Hari dan tempat paling rame sama dengan kota-kota yang lain, malam minggu di alun-alun. Apalagi, alun-alun Kebumen sekarang tampilannya lebih cing, lebih asri dan yang pasti lebih asik. Ada dua balai di dua sudut untuk berteduh. Perpustakaan yang dulunya ada disudut alun-alun juga sudah dipindah. Jadi kelihatan lebih luas lagi. Mungkin udah tata kota dari jaman dulu ya, yang kutahu ditiap kota, di seberang alun-alun pasti bangunan masjid. Tapi jadi lebih enak,setelah hot spot-an di alun-alun sampe dhuhur langsung nyeberang ke masjid. Selain untuk tempat ibadah, masjid Agung Kebumen biasanya dijadikan tempat istirahat bagi para musafir, mereka juga kadang foto-foto di depan masjid. Aku juga seneng ngadem di situ, tapi juga gak enak juga, kalo pas rame tuh banyak cowok-cowok nongkrong disitu. Itu resiko kalo ngadem pas habis waktu shalat jamaah baru ja selesai, lumayan lama juga. Karena kota kecil, Kebumen sepi pada malam hari. Jam edarnya dari subuh sampe sekitar jam 9 malam. Kecuali malam minggu, bisa sampai sekitar dini hari. Itupun gak rame-rame amat, hanya beberapa gerombolan orang. Kalo ingin cari kerja di sini, mungkin bukan tempat yang tepat, walaupun ada tapi mungkin gak sebanyak kota lain, karena Kebumen bukan kota industry. Tapi kalo mau bikin lowongan alias buka usaha, asal-asal pintar-pintar cari bidang, peluang dan tempat yang cocok, mungkin akan berhasil.
Tapi, apapun pendapat orang, Kebumen dimataku tetap beda dengan yang lain (secara…kota kelahiran), aku lebih menemukan ketenangan dan kedamaian disini. Bisa dibilang Kebumen masih asri dan belum terlalu terkena kontaminasi budaya yang buruk. Semoga aja gak pernah terjadi. Ada kota kedua yang menempati hatiku, Yogyakarta…

0 komentar:

About this blog

the wind will never stop blowing the human life...

Cari Blog Ini