Setiap orang pasti punya ego, dan emang kudu punya. Kalo gak punya ntar g punya gairah hidup. Masalahnya sekarang seberapa besar ego kita. Kalo terlalu besar ntar kita sendiri yang kemakan, kalo terlalu sedikit juga kita sendiri yang kemakan juga. Jadi mending yang pas sikon aja.
Dalam Al Qur’an menyebutkan ada 3 nafsu; baik, buruk dan diantara keduanya. Menurut buku yang kubaca, dikatakan bahwa menurut para sufi nafsu yang buruk bisa dikategorikan menjadi beberapa. Yang membuatku tertarik, nafsu-nafsu tersebut digolongkan dengan nama hewan.

Nafsu/jiwa anjing, anjing adalah binatang yang apabila menemukan daging, maka ia akan berebutan dengan sesamanya. Ia ingin memonopolinya sendiri dan tidak mau berbagi. Jika ia mendapatkan daging itu, maka lidahnya terjulur; bila ia tidak mendapatkannya, terjulur juga lidahnya. Orang yang berjiwa anjing akan saling berebut kedudukan dan keuntungan dengan menurutkan syahwatnya.

Nafsu /jiwa keledai, orang yan berjiawa keledai memamng pandai memikul atau mengerjakan sesuatu, tapi ia tidak tahu apa yang dipikulnya atau yang dikerjakannya. Ada sebuah cerita tentang dua keledai, dimana yang satu membawa garam dan yang satu membawa kapas. Dalam perjalanan yang melelahkan, tuannya berhentidi tepi sungai dan tidur. Karena panas dan lelah dua unta itu turun kesungai. Usai mandi, si keledai pembawa garam itu sangat terkejut melihat garamnya telah habis karena tergerus air. Kemudian si keledai pembawa kapas pun tercengang dengan beban bawaannya yang tiba-tiba menjadi berat dan ia pun akhirnya tenggelam. Demikian orang-orang yang berjiwa keledai, Alloh telah memberinya akal untuk berpikir, namun dia membuatnya menjadi picik dan terbatas.

Nafsu/jiwa serigala, orang yang berjiwa ini sangat berbahaya. Dia suka menganiaya orang dan selalu berpikir bagaimana menghancurkan seseorang untuk keberhasilan atau kesenangannya.

Nafsu/jiwa tikus, seseorang yang berjiwa tikus selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, entah itu benar atau salah.

Nafsu/jiwa binatang penyengat dan berbisa (ex: kalajengking dan ular). Yang mempunyai jiwa ini biasanya senang menyakiti, menyindir sesame, cenderung hasad, berusaha menjatuhkan orang lain, suka mendendam, serta enggan memaafkan sesama.

Nafsu/jiwa babi, babi merupakan sejenis binatang yang benci wewangian dan menyukai seseuatu yang kotor. Orang yang dikuasai jiwa, dia tidak suka mendengar ceramah, azan atau hal-hal yang religius. Namun bila mendengarkan suara tawa perempuan, hura-hura atau suka bermain ketempat-tempat maksiat ia merasa girang.

Nafsu/jiwa merak, sesuai dengan fisik merak yang indah, orang yang berjiwa suka menyombongkan diri dan menganggap tidak ada tandingan.

Nafsu/jiwa unta; si empunya jiwa ini tidak memiliki rasa sosial, mementingkan diri sendiri dan tidak memiliki rasa santun dan kasih.

Nafsu/jiwa beruang; bila mendengar kambing mengembik, maka beruang akan lari bersembunyi. Menurut cerita nenek moyang, dulu beruang pernah berhutang kepadakambing, tapi sampai anak cucunya, hutang itu belum juga dibayar. Oleh karena itu pemilik jiwa ini adalah manusia pengecut dan tidak tahu diri.

Nafsu/jiwa beruk/kera; seekor kera ketika diberi makanan maka ia akan mengejek, tapi jika tidak diberi maka ia akan mencibir. Demikian juga manusia yang selalu mengeluh, seolah-olah terus merasa kurang.

0 komentar:

About this blog

the wind will never stop blowing the human life...

Cari Blog Ini